Hangatnya Berbagi di Hari Ibu dan Natal
dalam Aksi #JogjaBerbagi
Minggu, 22 Desember 2013 memperingati
Hari Ibu dan juga Natal, kembali kami dari L-Men Community Yogyakarta
(@LMenJogja) bersama HiLo Green Yogyakarta (@HiLoJogja) ingin sedikit berbagi suka
cita bersama. Kali ini kami mengunjungi Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi D.I.
Yogyakarta, Panti Penyantun dan Rehabilitasi Anak Cacat Ganda, SLB Cacat Ganda
Daya Ananda, yang beralamat di Kadirojo Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta.
Acara hari ini kami namakan Aksi Jogja Berbagi (#JogjaBerbagi)
Tepat seminggu sebelum acara
kunjungan ini dilaksanakan, kami membuka akses untuk pengumpulan donasi sosial
yang akan disumbangkan kepada pihak panti. Informasi ini kami sampaikan melalui
sosial media maupun broadcast SMS. Dari
donasi uang, terkumpul Rp 9.180.000 yang berasal dari para donator baik
keluarga, kerabat, maupun teman-teman anggota komunitas dan sebagian dari
sumbangan uang ini kemudian kami belanjakan dalam bentuk bahan makanan pokok,
susu, popok, dll.
Acara kami mulai tepat pukul 16.00
WIB seusai sholat Ashar berjamaah. Anak-anak yang mampu untuk mengikuti acara
sudah siap menanti kami di ruang tamu yayasan. Penghuni Yayasan Sayap Ibu yang
kami kunjungi sebagian besar adalah anak-anak yang memiliki cacat ganda (tuna
grahita, tuna wicara, tuna rungu, cacat fisik, lumpuh dll) dengan berbagai
latar belakang. Melihat informasi yang ditulis pada papan informasi panti yang
diletakkan di ruang tamu, banyak anak tersebut adalah anak-anak terlantar atau
hasil temuan. Sungguh miris memang mengetahui informasi tersebut, karena anak
tetaplah anak, mereka memiliki hak yang sama dengan anak lain yang tidak cacat
dan sama-sama juga masih membutuhkan kasih sayang maupun pengawasan dari
orangtuanya, bukan kemudian sengaja “dibuang” atau ditelantarkan.
Ramai dan riang, tawa canda mereka
begitu polos dan tanpa malu-malu mereka langsung mengajak kami duluan untuk
bermain dengan mereka. Ya, anak-anak ini memang rindu akan kasih sayang yang
harusnya mereka dapatkan setiap saat. Bukan hanya ketika ada pengunjung datang
maupun menunggu pengurus panti yang juga harus berbagi kasih sayang dengan
banyak penghuni lain. Anak-anak yang ada di ruang tamu saat itu adalah
anak-anak autisme dan ada juga tuna rungu.
“Nama mas siapa?”, tanya Yeni salah satu anak panti. Setelah dijawab Yeni
pun memamerkan kepada kami kalau dia juga bisa mengeja dan menulis nama kami
pada buku tulis yang sudah dipersiapkannya dari kamar. Sayup-sayup Tini
berbisik kalau dia juga ingin menguji kebolehannya bernyanyi di depan kami
semua, menghibur semuanya. Kami semua pun bersorak mempersilakan Tini untuk
bernyanyi, lagu “Ibu” menjadi pilihannya sore itu, secara spontan menuju reff lagu semuapun
ikut bernyanyi bersama. Tidak ada raut kesedihan di mata mereka, entah bentuk
ketegaran atau memang mereka belum paham, namun yang pasti mereka itu ada
disekitar kita dan mereka layak untuk mendapatkan kasih sayang dari kita semua.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar