Selasa, 18 Maret 2014

Hangatnya Berbagi di Hari Ibu dan Natal


Hangatnya Berbagi di Hari Ibu dan Natal
dalam Aksi #JogjaBerbagi

            Minggu, 22 Desember 2013 memperingati Hari Ibu dan juga Natal, kembali kami dari L-Men Community Yogyakarta (@LMenJogja) bersama HiLo Green Yogyakarta (@HiLoJogja) ingin sedikit berbagi suka cita bersama. Kali ini kami mengunjungi Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi D.I. Yogyakarta, Panti Penyantun dan Rehabilitasi Anak Cacat Ganda, SLB Cacat Ganda Daya Ananda, yang beralamat di Kadirojo Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta. Acara hari ini kami namakan Aksi Jogja Berbagi (#JogjaBerbagi)



            Tepat seminggu sebelum acara kunjungan ini dilaksanakan, kami membuka akses untuk pengumpulan donasi sosial yang akan disumbangkan kepada pihak panti. Informasi ini kami sampaikan melalui sosial media maupun broadcast SMS. Dari donasi uang, terkumpul Rp 9.180.000 yang berasal dari para donator baik keluarga, kerabat, maupun teman-teman anggota komunitas dan sebagian dari sumbangan uang ini kemudian kami belanjakan dalam bentuk bahan makanan pokok, susu, popok, dll.
            Acara kami mulai tepat pukul 16.00 WIB seusai sholat Ashar berjamaah. Anak-anak yang mampu untuk mengikuti acara sudah siap menanti kami di ruang tamu yayasan. Penghuni Yayasan Sayap Ibu yang kami kunjungi sebagian besar adalah anak-anak yang memiliki cacat ganda (tuna grahita, tuna wicara, tuna rungu, cacat fisik, lumpuh dll) dengan berbagai latar belakang. Melihat informasi yang ditulis pada papan informasi panti yang diletakkan di ruang tamu, banyak anak tersebut adalah anak-anak terlantar atau hasil temuan. Sungguh miris memang mengetahui informasi tersebut, karena anak tetaplah anak, mereka memiliki hak yang sama dengan anak lain yang tidak cacat dan sama-sama juga masih membutuhkan kasih sayang maupun pengawasan dari orangtuanya, bukan kemudian sengaja “dibuang” atau ditelantarkan. 


            Ramai dan riang, tawa canda mereka begitu polos dan tanpa malu-malu mereka langsung mengajak kami duluan untuk bermain dengan mereka. Ya, anak-anak ini memang rindu akan kasih sayang yang harusnya mereka dapatkan setiap saat. Bukan hanya ketika ada pengunjung datang maupun menunggu pengurus panti yang juga harus berbagi kasih sayang dengan banyak penghuni lain. Anak-anak yang ada di ruang tamu saat itu adalah anak-anak autisme dan ada juga tuna rungu.
“Nama mas siapa?”, tanya Yeni salah satu anak panti. Setelah dijawab Yeni pun memamerkan kepada kami kalau dia juga bisa mengeja dan menulis nama kami pada buku tulis yang sudah dipersiapkannya dari kamar. Sayup-sayup Tini berbisik kalau dia juga ingin menguji kebolehannya bernyanyi di depan kami semua, menghibur semuanya. Kami semua pun bersorak mempersilakan Tini untuk bernyanyi, lagu “Ibu” menjadi pilihannya sore itu, secara spontan menuju reff lagu semuapun ikut bernyanyi bersama. Tidak ada raut kesedihan di mata mereka, entah bentuk ketegaran atau memang mereka belum paham, namun yang pasti mereka itu ada disekitar kita dan mereka layak untuk mendapatkan kasih sayang dari kita semua.
           



Tidak ada komentar:

Posting Komentar